Tips Menulis Artikel Kecantikan dari Editor Beauty Journal

by - February 23, 2018

Sebagai seorang pembuat konten atau lebih spesifiknya seorang beauty blogger, ada kalanya saya merasa stuck enggak dapat ide sama sekali. Bingung mau nulis apa. Bosen bikin konten yang itu-itu saja bahkan sama sekali kehilangan semagat untuk membuat tulisan. Wajar sih, namanya juga manusia ada kalanya lemah lunglai tak berdaya. Tapi kalau kau ingin berhenti, ingatlah untuk memulai lagi! (pinjem lirik lagunya Letto).
Belakangan ini memang saya jarang sekali update konten yang berkaitan dengan review skin care. Karena saat ini saya mulai selektif untuk masalah itu. Saya tidak mau asal menerima job review skin care yang kiranya tidak sesuai dengan standar saya. Terdengar agak sombong ya? Enggak apa-apa deh. Karena kulit saya acne prone jadi saya enggak mau asal coba skin care ini itu. Kalau udah breakout susah bok balikinnya. 
Nah, sebagai gantinya saya akan lebih rajin nulis review tentang make up seperti lipstick, maskara, eyeliner, blush on, eye shadow, foundation, highlighter dan kawan-kawannya atau skin care yang bukan skin care utama seperti masker!
Gimana sih biar kita bisa produktif menulis konten di blog? Wah, kalau ini sih pekerjaan rumah yang cukup berat ya! Terutama buat saya pribadi. Mungkin dengan mengetahui cara menulis artikel kecantikan bisa membuat produktivitas kita bertambah! Berikut ini tips menulis artikel kecantikan dari Editor Beauty Journal. Head editor cantik satu ini bersedia menjadi nara sumber dalam acara Ngopi Cantik #5 yang diadakan oleh Beautiesquad. Mau tau apa saja tips-tips yang disampaikan oleh Grisselda Nihardja? Yuk kepoin bareng-bareng!


Cari tahu apa yang lagi banyak dibicarakan oleh orang-orang 

Poin ini penting untuk mencari ide artikel. Seperti yang dikatakan oleh Griss (sapaan akrab Grisselda) 
"Yang paling utama saat mencari ide artikel adalah cari tahu dulu apa yang lagi trending." 
What's trending on social media? Bisa cari inspirasi dari social media seperti Instagram, YouTube, Twitter atau Facebook. Bisa juga perhatikan teman-teman di kantor lagi pada heboh ngobrol tentang apa sih? Atau teman-teman di sekolah, di kampus, di tempat les, teman-teman arisan, teman-teman komunitas (asal bukan teman julid aja ya!). Nah semua itu juga bisa jadi sumber ide untuk penulisan artikel. 

Manfaatkan penyedia layanan

Saya sendiri biasanya memakai Google Adwods Keyword Planner sebelum membuat artikel. Tujuannya agar kita bisa membuat artikel yang banyak pembacanya. Atau membuat artikel yang ramah SEO agar muncul di page one Google. Kalau Griss sendiri memberi saran untuk memakai Google Trends. Dua tools yang disediakan Google secara gratis ini sebenarnya mempunyai prinsip yang sama dan bisa membantu kita untuk menemukan ide baru dalam menulis artikel. 
Misalnya kita masukkan kata lipstick atau lipstik dan setel lokasi di Indonesia dalam kurun waktu 3 bulan terakhir. Google Trends akan menampilkan related topics serta related queries. Dari situ kita akan dapat insight dan ide baru. Kita jadi tahu kalau banyak yang mencari tahu tentang lipstik pixy dan lipstik punya Ivan Gunawan. Kita jadi tahu kalau ada lipstik dengan merk Ozera dan lain sebagainya.  

Tampung ide artikel di tempat yang strategis

Setelah dapat idennya, jangan lupa catat ide-ide yang sekiranya menarik dan bisa dieksekusi di tempat yang strategis. Kenapa harus di tempat yang strategis? Ya biar gampang dieksekusi lah! Setiap orang biasanya mempunyai cara menyimpan ide yang berbeda-beda. Saya sendiri lebih sering menyimpan ide di Notes smartphone. Kita bisa sesuaikan saja dengan selera ya... bisa tulis di notebook/planner, bisa juga buat di Microsoft Excel atau Google Spreadsheet, atau bikin dokumen tersendiri di Microsoft Words/Pages/Google Docs dan lain sebagainya. Kalau rajin, bisa juga membuat bullets journal khusus untuk menampung ide-ide artikel kita.

Mulai menulis artikel

Kalau sumber ide sudah aman, kita bisa mulai menulis artikelnya. Artikel kecantikan sendiri jenisnya macam-macam ya... jadi sebelum kita menulis kita harus menentukan dulu jenis artikel yang kita tulis akan seperti apa. Beberapa jenis artikel kecantikan adalah:  
  1. Review, seperti yang sering saya tulis di blog ini.
  2. Rekomendasi produk seperti beberapa artikel yang saya tulis ini 3 Rekomendasi Bedak Tabur yang Aman untuk Kulit Berjerawat, Rekomendasi Sheet Mask Korea Termurah, Rekomendasi Micellar Water dengan Harga Terjangkau dan lain-lain (boleh banget kok ubek-ubek blog ini buat cari contoh tulisan yang lain).
  3. Tips, seperti Tips Make Up Natural untuk Remaja yang Bisa Kalian Coba dan Bibir Kering kerena Lipstik? Baca Tips ini!
  4. Tutorial
  5. Interview
Untuk dua jenis terkahir belum pernah saya coba, tapi pasti akan saya coba. Apapun jenis artikelnya usahakan artikel yang kita buat bisa cover semua aspek-aspek penting contohnya jika artikel yang kita buat adalah review maka usahakan kita membahas poin-poin penting seperti kemasan, klaim, ingredients, cara pakai, pendapat, harga produk dan tempat membeli produk.

Tips tambahan: sebelum membuat artikel usahakan buatlah versi singkat artikel tersebut. Versi singkat artikel berisi tentang poin-poin yang nantinya akan dijabarkan dalam artikel. Dengan begitu kita akan bisa membuat artikel yang alurnya jelas. Semakin jelas alur artikel, maka akan semakin mudah artikel itu di tulis. Misalnya kalau kita mau menulis tentang kesalaha menggunakan foundation, sertakan juga poin-poin apa saja yang nanti akan kita jabarkan.

Kesalahan Menggunakan Foundation:
  • Tidak melakukan skin preparation.
  • Memakai foundation saat primer masih belum terserap sempurna.
  • Menggunakan aplikator yang kotor.
  • Menggunakan foundation yang tidak sesuai dengan jenis kulit kita
  • etc.
  • etc.
Nah, begitulah kira-kira tips menulis artikel kecantikan dari Editor Beauty Journal (Sociolla) dan sedikit tambahan tips dari saya sendiri serta contoh-contoh yang bisa kalian lihat jika mengakses tautan yang saya buat. Menurut tulisan yang pernah Griss baca, artikel yang bagus akan mendorong pembacanya untuk ikut mencoba, memahami suara atau opini dari penulis dan memungkinkan pembaaca belajar sesuatu yang baru.
Kalian punya tips lain dalam menulis artikel kecantikan? Jangan ragu-ragu untuk share di kolom komentar ya!

You May Also Like

7 comments

  1. Hahaha.. Kalau dirimu kebanyakan review skincare, i blakangan kebanyakan review lipstick! Dari tahun lalu uda komit sama diri sendiri buat review kosmetik lain, tapi belum kesampean terus.. LoL! Harus bener - bener dijalanin nih.. Mumpung lagi gak banyak sponsot job :P

    Xoxo
    Blossomshine.com

    ReplyDelete
  2. Waaaah makasih kak infonya, kira-kira ini bisa diterapkan buat handsome blogger macem ane tak?

    Salam,
    Handikoo.com

    ReplyDelete
  3. Aku sendiri lebih sering review masker sama body lotion karena kalo skincare seperti facial foam butuh waktu dan proses berbulan - bulan dan nggak bisa asal review begitu aja

    ReplyDelete
  4. Aku juga ga sembarangan terima produk skincare utk direview. Kalo ga cocok trus ngereviewnya piyeee.

    ReplyDelete
  5. Waaaaa gitu toooo,,, seru artikelnyaaa,, kalo aku reviewnya sepatu buat jalan-jalan tapi. Wkwkwk

    ReplyDelete
  6. Infonya bermanfaat nih mbak untuk aku yang sedang belajar menulis artikel tentang kecantikan. Makasih sharingnya mbak Nuzha.

    ReplyDelete
  7. Itu risetnya kepake banget buat bikin konten apapun. Ciamik

    ReplyDelete