Apakah Menggunakan Sunscreen adalah Kesalahan?

by - December 26, 2017

Bisa dibilang UV Protection (sunscreen) adalah dilemma terbesar dalam hidup saya. Seperti yang pernah saya tulis pada artikel berjudul Kesalahan Menggunakan Skin Care yang Pernah Saya Lakukan | Cek Apakah Kamu juga Melakukannya? 
Pada artikel tersebut saya menulis bahwa menggunakan sunscreen adalah salah satu kesalahan yang saya lakukan karena setiap kali pakai sunscreen jerawat yang ada di wajah saya jadi meradang. Bahkan kulit saya yang tadinya baik-baik saja malah timbul jerawat. Jadi rasanya percuma pakai skin care dengan tujuan mengobati jerawat di malam hari tapi pagi harinya harus pakai sunscreen yang menyebabkan jerawat saya jadi tambah meradang atau bahkan timbul jerawat baru. Meanwhile, banyak banget orang yang bilang percuma pakai skin care mahal-mahal kalau pas siang hari kulit kita gak terlindungi dari sinar matahari (baca: gak pakai sunscreen). 
Saya bukannya tidak tahu betapa pentingnya menggunakan UV Protection tapi saya kesal dengan keadaan kulit saya yang seperti ini. Untung saja ada salah satu teman blogger yang meninggalkan komentar pada artikel tersebut. Komentar inilah yang akhirnya sedikit memberi pencerahan pada diri saya yang dilemma. Mungkin memang saya belum ketemu dengan produk sunscreen yang cocok untuk jenis kulit saya. 



Oleh sebab itu saya banyak mencari tahu tentang sunscreen dengan cara banyak membaca referensi dari jurnal dan artikel ilmiah yang saya cari lewat internet. Tujuannya untuk mencari produk yang kemungkinan cocok untuk saya. Setelah banyak membaca saya jadi ingin menulis intisari dari semua yang saya baca. Tentu saja agar saya tidak mudah lupa dan agar orang lain yang dilemma sama sunscreen seperti saya juga bisa membacanya.
Jadi inilah yang saya pahami dari jurnal dan artikel panjang yang saya baca seharian ini. Saya tulis dari yang paling umum, mulai dari kenapa kenapa perlindungan terhadap sinar matahari itu penting. 

Why UV Protection is important?

Saya tidak menemukan cukup banyak alasan kenapa kita harus melindungi kulit kita dari sinar matahari. Tapi ternyata walaupun bermanfaat sinar matahari juga berpotensi merusak. Reaksi yang paling sering terjadi pada kulit adalah redness dan sunburn. Selain pada kulit, redness dan sunburn juga bisa terjadi pada mata kita. Lebih jauh lagi jika kulit kita sering terpapar sinar matahari tanpa perlindungan yang memadai, bahaya jangka panjang yang akan terjadi bisa dikatakan serius seperti photo-aging dan kanker kulit. 

Redness & Sunburn

Reaksi umum yang akan timbul jika kulit kita terpapar sinar matahari terlalu lama adalah kemerahan yang menyebabkan kulit terasa seperti terbakar (sunburn). Semua orang berpotensi mengalami redness dan sunburn jika kulit mereka terpapar sinar matahari dalam waktu yang cukup lama tanpa perlindungan yang memadai. Redness dan sunburn akan muncul lebih cepat pada orang yang tidak mempunyai cukup pigmen kulit yang secara alami bisa melindungi kulit dari sinar matahari. Orang yang menggunakan bahan tertentu seperti AHA & BHA pada skin care meraka juga berpotensi lebih sensitif terhadap sinar matahari.

Photo-aging

Paparan sinar matahari secara terus-menerus berpotensi menyebabkan premature-aging atau proses penuaan dini atau yang biasa disebut dengan photo-aging. Hal ini terjadi karena sinar ultraviolet atau sinar UV bisa merusak struktur kulit serta menghancurkan collagen pada kulit kita yang menyebabkan keriput dan timbul flek hitam.

Photokeratitis

Seperti redness dan sunburn yang terjadi pada kulit, mata kita juga bisa mengalami redness dan sunburn jika terlalu lama terpapar sinar matahari tanpa perlindungan. Sunburn dan redness pada mata disebut photokeratitis. Gejala photokeratitis yang umum terjadi adalah mata merah, berair dan terlalu sensitif terhadap cahaya. 

Kanker kulit

Sinar matahari juga berpotensi menyebabkan kanker kulit. Menurut Public Health Agency of Canada setidaknya ada sekitar 78.000 kasus kanker non-melanoma dan sekitar 7.000 kasus kanker melanoma yang terjadi di Kanada. Disebutkan juga bahwa orang dengan kulit putih dan rambut pirang berpotensi lebih besar terkena resiko kanker kulit karena paparan sinar matahari. Tapi bukan tidak mungkin kita yang tinggal di Indonesia juga berpotensi terkena kanker kulit kan?

Karena bahaya yang disebabkan radiasi sinar matahari bisa seserius itu makanya perlindungan terhadap sinar matahari dianggap sangat penting. Bukan hanya sunscreen tapi juga pakaian, topi, kacamata hitam, payung dan lain-lain. Yang paling penting walaupun kita sudah terlindungi, usahakan tidak berada pada tempat yang terpapar langsung sinar matahari dalam waktu yang lama. 

Jenis Radiasi Sinar Matahari

Jenis radiasi sinar matahari
Sinar matahari pada umumnya memiliki 3 jenis sinar radiasi yang dibagi berdasarkan panjang gelombangnya: 
  1. Sinar Ultra Violet A (UVA) dengan gelombang panjang, 
  2. Sinar Ultra Violet B (UVB) dengan gelombang pendek, 
  3. Dan sinar Ultra Violet C (UVC) dengan gelombang sangat pendek. 
Semakin pendek gelombang, semakin besar tingkat radiasi yang bisa merusak kulit. Di antara semua sinar ultra violet, UVC adalah yang paling merusak. Untunglah, lapisan ozon bumi mampu menghalau sinar UVC sehingga hanya sinar UVA dan UVB yang bisa mencapai permukaan bumi.
Sinar UVA dan UVB ini juga berpotensi menimbulkan masalah. Untuk lebih mudahnya, ingatlah sinar UVA sebagai UVAging dan UVB sebagai UVBurning. Jika terpapar sinar matahari terlalu lama, UVA akan menembus lapisan kulit lebih dalam dan dapat menyebabkan penuaan kulit berupa keriput dan noda hitam. Menurut penelitian dari World Health Organization, paparan sinar UVA ini bahkan bisa menyebabkan kanker kulit. Sinar UVA dapat menembus kaca dan tidak dipengaruhi oleh cuaca. Meski berada dalam ruangan atau cuaca sedang mendung kulit kita masih bisa terpapar radiasi UVA.
Bagaimana dengan sinar UVB? Pembentukan vitamin D pada tubuh adalah hasil paparan sinar matahari yang mengandung sinar UVB. Namun, terpapar sinar UVB terlalu lama akan membakar kulit dan merusak melanin, yang mengakibatkan kulit menjadi gelap. Berbeda dengan UVA, sinar radiasi UVB dipengaruhi oleh cuaca dan tidak dapat menembus kaca. (sumber)

Kesimpulannya,  kalau kita pengen terhindar dari efek buruk sinar matahari ya mau ga mau kita tidak boleh melewatkan sunscreen dalam rangkaian skin care routine kita. Kita butuh sunscreen yang dapat melindungi kulit dari radiasi UVA dan UVB atau yang biasa disebut dengan board spectrum sunscreen. Yang paling penting kita harus menemukan produk sunscreen yang cocok untuk jenis kulit kita. Bagaimana cara memilih produk sunscreen yang cocok untuk jenis kulit kita? Baca artikel selanjutnya untuk pembahasan lebih lanjut ya!


You May Also Like

0 comments