Mendeteksi Jalan yang Rawan Begal dengan SiKuning

by - November 05, 2017

Police Line Do Not Cross
Kamu perempuan yang sering kemana-mana sendiri dan sering motoran? Atau kamu adalah perempuan yang hobi traveling keliling negeri sendirian? Atau kamu adalah seorang perempuan pendatang di kota baru and you don't have any idea how safety the-new-place is... Kalau iya, kamu harus hati-hati lho karena jaman sekarang perempuan sangat rawan akan kejahatan.
Kenapa pada setiap pertanyaan di atas saya selalu mengulang kata "perempuan" dan mengaitkannya dengan tindak kejahatan? Yeps! Pertama karena saya sendiri adalah perempuan. Kemudian apabila dikaitkan dengan tindak kejahatan dan kriminal perempuan adalah mangsa yang sangat empuk untuk disikat. Terlebih lagi perempuan-perempuan yang kemana-mana naik motor sendirian, suka bepergian sendiri atau perempuan yang baru pindah ke tempat baru (seperti saya). 
Bukan parno tapi waspada dan hati-hati itu perlu ya sis. Apalagi saat kita berada di tempat yang baru. Karena kita tidak tahu apakah tempat itu termasuk tempat yang rawan kejahatan atau tidak. Informasi akan tempat-tempat rawan kriminal biasanya hanya sekedar kasak-kusuk saja di kalangan orang tertentu saja. Memang betul kalau berita di koran atau pun televisi bisa menjadi salah satu sumber informasi yang valid namun apakah yakin kita akan mengingat setiap detailnya? 
Kira-kira apa ya yang bisa mengingatkan atau memberi warning ke kita tentang adanya potensi kejahatan di suatu tempat? Terutama di tempat-tempat yang baru kita datangi, misalnya saat traveling. Apakah orang sekitar daerah tersebut? Sayang sekali karena biasanya tempat-tempat yang rawan kejahatan adalah tempat di mana tidak banyak orang berkumpul dan minim penerangan. Ya kali begal nekat melakukan aksinya di tempat rame. 
Tiba-tiba saya jadi ngebayangin sebuah aplikasi yang bisa memberi kita tanda bahaya. Ya mirip-mirip seperti notifikasi di Facebook lah. Yang real time memberitahu kita saat si doi komen atau ngasih like di status kita. #cie Karena saya adalah pendatang baru di kota Semarang dan belum tahu persis seluk-beluk kota ini ditambah lagi saya kemana-mana motoran dan tidak selalu ada teman. Jadi saya butuh semacam self reminder agar bisa menghindari daerah-daerah rawan begal atau tindak kejahatan lainnya.
Kebetulan pas ngobrol sama si dia tentang kekhawatiran saya ini, dia malah cerita tentang idenya membuat aplikasi pemberi tanda bahaya. 

Pucuk dicinta ulampun tiba...

Indosat Oredoo
Dari sebuah group WA saya mendengar tentang IWIC 11. Apa itu? IWIC adalah singkatan dari Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest. IWIC adalah ajang kompetisi inovasi teknologi di bidang wireless yang secara konsisten dan pertama di Indonesia yang diselenggarakan oleh Indosat Ooredoo. Kompetisi ini diselenggarakan secara tahunan sejak tahun 2006, sebagai bagian dari program CSR (Company Social Responsibility) Indosat Ooredoo di pilar inovasi.
Setelah kepo sama informasi tentang IWIC 11 ini di official web mereka, saya menangkap bahwa IWIC ini adalah semacam kompetensi menuangkan ide secara tertulis tentang inovasi di bidang teknologi terutama di bidang aplikasi mobile dan aplikasi komputer. 
Yang perlu kita lakukan hanya menuliskan ide yang kita punya dan mendaftarkannya ke form pendaftaran IWIC 11 di sini. Jadi saya dan si dia memutuskan untuk mengikuti kompetisi ini. Berawal dari kekhawatiran saya dan ide lama dia yang hanya diangan-angan saja, kita mengikuti IWIC 11 dengan harapan aplikasi ini bisa diwujudkan.  
Apakah akan ada kesempatan ide yang kita submit bisa diwujudkan? Tentu saja! Karena nantinya para peserta yang lolos kompetisi akan mendapatkan pembelajaran dengan kurikulum yang intensif, bukan hanya itu bahkan pada saat karantina para peserta juga akan bertemu dengan beberapa investor, yang mungkin saja akan mendanai atau mewujudkan cita-cita ide/aplikasi mereka agar bisa menembus pasar Indonesia atau bahkan Internasional.
Siapa saja yang bisa ikut kompetisi ini? Jawabannya hampir siapa saja boleh mengikuti karena ada beberapa kategori yang bisa diikuti antara lain:
  1. Professional/Developer/programmer, kamu laki-laki yang sehari-hari bekerja sebagai programmer, professional di bidang pemograraman walaupun tidak berprofesi sebagai programer dan memiliki ide atau aplikasi yang ingin di submit.
  2. Beginner/awam, kamu laki-laki yang mengerti sedikit soal pemrograman atau tidak mengerti sama sekali, kamu laki-laki yang masih kuliah.
  3. Women and girls, kamu yang professional/Developer/programmer atau Beginner/awam tapi adalah seorang perempuan.
  4. Kids and Teens, laki-laki atau perempuan yang masih bersekolah TK/SD/SMP (sederajat).
Jadi kompetisi ini terbuka untuk siapa saja ya termasuk orang awam, perempuan bahkan anak TK sekalipun. Yakin gamau ikutan juga? Anak TK saja banyak yang ikutan masa kamu enggak? :p

Selengkapnya tentang IWIC 11 bisa kamu baca di sini 
(budayakan membaca ya sebelum bertanya...)

Selengkapnya tentang SiKuning

Semakin berkembangnya teknologi, terutama dalam bidang transportasi di Indonesia turut meningkatkan aktifitas seseorang bepergian ke luar kota. Kini akses dan biaya transportasi menjadi semakin terjangkau. Hal ini bisa dilihat dari bermunculannya bisnis travel online maupun offline yang menyediakan berbagai tiket transportasi, penginapan, serta kebutuhan traveling lainnya. Hal tersebut tentu saja dikarenakan besarnya pangsa pasar, yaitu kebutuhan traveling yang terus meningkat terutama untuk para generasi millenials.
Berbagai hal menjadi alasan seperti gaya hidup, pendidikan, pekerjaan, berwisata dan sebagainya. Lamanya waktu bepergian pun bervariasi, mulai dari hitungan hari, hingga hitungan bulan bahkan tahunan. Hal ini menyebabkan seorang traveler berada pada suatu tempat yang baru dalam kurun waktu tertentu.
Saat seseorang berada di tempat yang baru, maka dia tidak tahu bagaimana keadaan di tempat tersebut. Setiap daerah memiliki kondisi ekonomi dan sosial yang berbeda, begitu juga tingkat keamanan dan tingkat kasus kriminalitasnya.
Kasus kriminal biasanya terjadi pada area-area tertentu yang kondisinya memungkinkan bagi para pelaku untuk melakukan tindak kriminal, biasanya di tempat yang sepi dan minim penerangan. Setiap kasus yang dilaporkan ke satuan kepolisian setempat akan dicatat dalam database reserse kriminal (reskrim).
Data kasus kriminal bisa menjadi lebih bermanfaat bagi para traveler. Dengan data tersebut, traveler dapat mengetahui area-area yang sering menjadi tempat kejadian perkara kasus kriminal. Langkah ini merupakan pencegahan yang efektif atau sebagai self reminder supaya traveler tidak menjadi korban tindak kriminal.
Sebanyak apapun data yang ada, sulit untuk dipahami secara langsung. Data perlu diolah menjadi informasi yang bermanfaat dan sesuai kebutuahan. Data dari kepolisian mencatat setiap tindak kriminal dengan rinci. Data tersebut dapat digunakan dalam metode machine learning untuk memprediksi kemungkinan tindak kriminal akan terjadi atau terulang pada suatu area tertentu. Selain itu, riwayat tindak kriminal pada suatu area bisa diinformasikan secara terstruktur. Dengan demikian seorang traveler dapat memeriksa dahulu tingkat resiko tindak krimnal pada area yang akan dituju, serta jalan yang akan dilalui saat menuju area tersebut.
SiKuning dihadirkan untuk menjawab permasalahan tersebut. Aplikasi ini memberikan informasi kepada traveler tentang tingkat resiko tindak kriminal pada suatu area. Informasi ditampilkan dalam bentuk grafis sehingga lebih mudah dipahami.

Filosofi dibalik nama SiKuning

Nama SiKuning berasal dari kata kuning. Warna kuning diartikan sebagai simbol perintah untuk berhati-hati dalam rambu-rambu lalulintas. Sesuai dengan tujuan dari aplikasi ini yaitu untuk memperingatkan traveler berhati-hati saat memasuki area yang beresiko terjadi tindak kriminal.
Sikuning menapilkan peta dengan informasi tingkat resiko tindak kriminal, ditunjukan dengan block warna semi transparant di atas peta. Saat area beresiko tindak kriminal dibuka, maka ditampilkan informasi riwayat tindak kriminal yang terjadi beserta probabilitas tindak kriminal terulang. Selain itu SiKuning juga dapat menegeluarkan pop up notification atau tanda peringatan bahaya jika penggunanya mendekati daerah rawan kriminal.

Itu saja sih ide kami berdua, masih banyak kekurangan di sana sini memang namun ide ini juga sangat bisa dikembangkan. Merasa punya ide yang lebih keren dari ide ini? Yuk ikut IWIC 11! Langsung isi form pendaftaran di sini atau klik gambar di bawah ini ya!

You May Also Like

8 comments

  1. Penting banget kalau naik motor sendirian ada si kuning ni yah. Kadang lewat wilayah baru trus pulang malem jg suka bikin deg2an

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yups sis.. makanya harus waspada dan sebisa mungkin menghindari daerah rawan kriminal :))

      Delete
  2. Bener kalau ada aplikasi yang rawan dan aman dilewati kita perempuan tambah nyaman, dan pengen ikutan ini tapi ide belum muncul 😀

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ikut juga yuk mbak! Semoga idenya cpt muncul :))

      Delete
  3. Menarik nih idenya,, namany juga catchy,, good luck ya

    ReplyDelete
  4. kok aku bingung ya za??

    kalo nemuin mantan bisa ga??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kamu lagi males mikir makanya bingung bang :p
      Aplikasi pendeteksi mantan? Boleh tuh di submit juga :D

      Delete