Netizen Semarang Ngobrol Bareng MPR RI

By | September 18, 2017

UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA
REPUBLIK INDONESIA 
TAHUN 1945

PEMBUKAAN

( P r e a m b u l e )

Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan.
Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya. 
Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi seganap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Inodonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosila bagi seluruh rakyat Indonesia. 
 ***
Silahkan baca dan pahami betul-betul isi dari pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945! Menurut saya memahami isi dari pembukaan UUD 1945 adalah bekal minimal kita untuk menjadi warga negara Indonesia yang baik. Karena dengan memahaminya, kita tidak akan lagi mempertanyakan kenapa Indonesia tidak dijadikan negara Islam saja. Karena dengan memahaminya, kita tidak akan mempersoalkan kamu keturunan etnis Tionghoa atau Jawa. Karena dengan memahaminya kita tidak akan meributkan soal agama. Karena sejak awal kita sudah berbeda, tidak perlu perdebatkan perbedaan yang ada karena para pendiri bangsa sudah berikrar Bhineka Tunggal Ika untuk mencapai suatu tujuan mulia.

Belakangan ini isu-isu tentang kemanusian dan keagamaan sedang gencar-gancarnya dilontarkan ke khalayak umum. Berita hoax banyak bermunculan, tulisan-tulisan bermuatan kebencian bertebaran dimana-mana, akun-akun yang secara frontal menyerang pihak pemerintah jumlahnya sudah macapai angka ribuan bahkan jutaan. Isu-isu tersebut sangat berpotensi memecah-belah kesatuan dan persatuan bangsa. Apa jadinya kalau rakyat Indonesia tidak memfilter informasi yang mereka dapatkan? 
Di tengah carut-marut keadaan saat ini untung saja masih ada pihak yang peduli untuk mengingatkan kembali tentang esensi berkebangsaan. Hari Sabtu 16 September 2017 lalu bertempat di Ruang Asmarandana Hotel Grandhika Jalan Pemuda Semarang, perwakilan dari MPR RI menyambangi penggiat internet di kota Semarang dalam acara yang bertajuk "Netizen Semarang Ngobrol Bareng MPR RI". Acara tersebut berlangsung dari jam 08.00 hingga jam 12.00 siang. Acara yang dihadiri oleh 50 orang peserta ini dimaksudkan untuk mensosialisasikan 4 Pilar MPR RI.
Netizen Semarang Ngobrol Bareng MPR RI
Acara dipandu oleh dua pembawa acara yaitu Rharas Esthining Palupi, SH., MH atau yang akrab dipanggil Mbak Yayaz dan Andrianto, SE. atau yang akrab disapa Mas Andri. Sebelum masuk ke materi inti acara, semua peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia yang dipimpin oleh Archa Bella perwakilan dari komunitas Blogger Gandjel Rel Semarang. 
Kemudian Kepala Biro Humas Ibu Siti Fauziah SE., MM. memberikan sambutannya. Dalam sambutannya beliau berharap agar pesan yang nanti akan disampaikan oleh bapak pemateri dapat disampaikan oleh para netizen dalam bentuk yang mudah dicerna oleh masyarakat umum. Bisa melalui tulisan di blog, status di media sosial, vlog dan lain-lain. 
Bapak Ma'ruf Cahyono, SH., MH.
Selanjutnya materi 4 Pilar disampaikan langsung oleh Sekertaris Jendral MPR RI Bapak Ma'ruf Cahyono, SH., MH. Beliau menerangkan bahwa yang termasuk 4 Pilar MPR RI adalah sebagai berikut:
  1. Pancasila sebagai dasar negara.
  2. Undang-Undang Dasar tahun 1945 sebagai konstitusi negara.
  3. Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai visi dan misi untuk menyatukan seluruh bangsa Indonesia.
  4. Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu bangsa.
Berikut ini penjelasan Sekjen MPR RI saat memberikan materi. "Kita perlu menanamkan kembali nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila; ketuhanan, kemanusiaan, persatuan dan musyawarah mufakat dalam rangka mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Satu poin penting yang perlu kita sadari adalah keadilan sosial bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah saja namun kita sebagai rakyat Indonesia harus sadar dan bergerak untuk mewujudkannya."
Bapak DR. Bambang Sadono, SH., MH.
Pada kesempatan ini hadir juga Bapak DR. Bambang Sadono, SH., MH. yang menyampaikan materi tentang framing social media. "Media sosial itu sangat potensial, tapi juga sangat membahayakan." ujar beliau di sela-sela penyampaian materinya. Saya menangkap bahwa itu adalah pesan inti dari semua yang beliau paparkan. Bahwa kita sebagai pengguna media sosial harus bijak menggunakannya. Jangan buru-buru terbawa emosi saat membaca berita yang belum jelas kebenarannya. Sebelum membagikan sebuah berita kita juga harus mengecek apakah sumber berita tersebut bisa dipercaya atau tidak. Sekiranya berita itu berpotensi menuai kontorversi sebaiknya jangan malah semakin mengompori. Tanyakan pada diri sendiri apakah kita sudah bijak dalam menggunakan media sosial? Sekiranya belum yuk perbaiki diri! Mulailah bijak dalam bersosial media!

You Might Also Like

16 comments

  1. Betul, bermedsos pun tetap harus bijak dan sesuai dengan 4 Pilar Kebangsaan, biar tetap kekinian dan pancasilais.

    ReplyDelete
  2. Etika sangat diperlukan dalam bernegara, namun kadang ada yang lupa, lalai dan mengesampingkannya. Bukan karena tidak tahu namun lebih ke arah tak mau tahu. Di sinilah, tukas kita untuk saling mengingatkan dengan cara yang lebih pas.
    salam

    ReplyDelete
  3. seru yah acara gathering nethizen-nya MPR mulai lagi, kapa yah diadaain lagi ke Makassar.

    ReplyDelete
  4. sekarang ini lini masa sosial media sedang rusuh sana-sini bahkan tak sedikit yang memprovokasi keadaan. Sebagai penggiat dunia maya, di sini blogger seperti kita harus turun tangan meredakan ini, walaupun tidak secara langsung tapi melalui tulisan yang bermanfaat semoga info-info hoax bisa sedikit melunak.

    ReplyDelete
  5. Kudu peduli dengan kondisi bangsa kita ya, agar jangan larut dalam perpecahan. Sedih kalo kayak gini

    ReplyDelete
  6. Setuju banget kak, kalau nggak dimulai dr skarang menjaga negara mau nunggu kapan lagi

    ReplyDelete
  7. Bener mari menggunakan medsos dengan bijak

    ReplyDelete
  8. Sosmed nih ampuh banget digunakan sebagai ladang penyebar hoax oleh pihak2 yg tidak bertanggung jawab. Semoga aja netizen makin memahami mana aja info2 yg layak dipercaya ataupun tidak.

    ReplyDelete
  9. Waaa aq pengen banget ikut acara keren ini....

    ReplyDelete
  10. KApan ya bisa ikutan acara kayak gini? huhuhu, belum pernah loh. Btw emang harus dibanyakin acara kayak gini biar makin cinta sama Indonesia ya Mbak

    ReplyDelete
  11. Kita harus tetap semangat dalam memerangi hoax dan bullying

    ReplyDelete
  12. Sekarang banyak netizen yg mengira bikin rusuh di dumay tuh ngga bakal dihukum..makanya berani macam2..kebablasan..

    ReplyDelete
  13. Suka dengan semua masukan di paragraf terakhir. Terimakasih sudah berbagi :)

    ReplyDelete
  14. .acr kyak gini memang perlu ya supaya anak muda jadi lebih cinta tanah air

    ReplyDelete
  15. Sebagai pengguna sosmed kita sebarkan deh hal-hal positif dan pesan tentang persatuan. Biar bisa menangkal, atau membendung segala berita hoax dan hatespeech.

    ReplyDelete
  16. Kalau lagi emosi mending jauhin sosmed. Mari bijak bersosmed. :)

    ReplyDelete