[Review] My Graduation Make Up

By | September 29, 2016

Orang Tegal yang suka sebel sama hasil rias manten bisa merapat ke post ini ya... Well, I am from Tegal, I was born in Tegal, I live in Tegal for about 21 years. Yep!
Suka sebel ga sih kalau kamu bayar jasa rias, tapi hasilnya ga OKE? ga sesuai harapan dan setelah riasan a.k.a make up di wajah kamu di hapus, mereka masih menyisakan bekas (Hiks T_T) di sana. Kalau cuma bekas biasa sih wajar ya, mungkin bekas lipstick atau bekas lem bulu mata atau apalah tapi gimana kalau yang membekas di wajah adalah bruntusan atau bahkan jerawat? WHAT A F*CK! Hahaha (I am sorry to say that...) 


Saya udah sering banget yang namanya dibuat kecewa sama tukang make up abal-abal (let's say like that) yang hasil make up nya ngalor-ngidul, menor dan meninggalkan bekas yang tidak biasa (as I mentioned above). Jadi saya agak parno kalau misal mau di make up-in sama orang lain. Mau make up sendiri belum jago, mau pakai jasa tukang make up serba was-was. Jadi gimana dong? :(
Well, lemme tell you something annoying about it. This is my own experience, the latest experience about how terrible my face is after removing my make up when someone I called make up artist abal-abal did my face before. 
Jadi waktu itu teman kakak saya resepsian, dan saya ditanggap menjadi penerima tamu di acara tersebut. Saya iya-iya aja karena sebelumnya doi cerita kalau MUA atau tukang make up yang mau make up aku nanti adalah tukang make up yang doi eluh-eluhkan (katanya hasil make up-nya bagus lalala lalala lalala). Well, okay. I thought. I want to give it a try, so I say YES! to him. Sampai akhirnya saat hari H, saya maju mundur. Sebenarnya saya udah kasih kode sama doi kalau saya ragu sama hasil karya tukang make up itu. I said it because I have reason. Firstly, look at those beauty box! Iewh.. so dirty. And what happen with the baby brushes, they are sooooooooooooooo amazingly dirty. And what? They still use that sponge that literally not a sponge anymore. And those palettes, Oh MY GOD tell me where do they come from? :(
Enak ga enak mau nolak pada saat itu dan akhirnya tiba giliran saya untuk di rias. Bismillah semoga ga apa-apa, but none of my praying was answered! :( Oh by the way, I feel the brushes on my face because she used it to apply blush on and powder. And I feel very terrible feeling :( it's so rough. It's too rough to call it as a brush. If you know what I mean. Not to mention the way she apply any make up products on my face that is sooooooooooooooo argh! I dunno how to explain it. And by the way, this is not the end of the story. Dengan deskripsi saya di atas pasti kalian sudah bisa membayangkan bagaimana hasil make up saya setelah itu. Yes! So ugly! I'm so ugly at that time. Bahkan daily make up saya masih lebih bagus dari hasil make up tukang abal-abal itu. DAN! yang paling bikin saya kesel adalah taraaaaaaa wajah saya breakout lagi. Hahaha
And at the end of the day I am not able to control my emotion. I was so angry I'm desperate. If you know my skin story you will feel me. :"( Bahkan sampai saat nulis ini pun saya masih gregetan banget nget nget nget sama orang itu!
Yes, that was my fault. Iya itu saya yang salah. 100% waktu itu saya yang salah karena saya tidak memiliki keberanian untuk berkata TIDAK pada detik-detik terakhir. Kalau saja waktu itu... ah! Sudahlah!
Saya ga bisa nuntut mereka ya, satu dua tiga hal yang bisa saya lakukan adalah memberikan black list pada mereka, memberi nasehat pada teman yang mungkin akan memakai jasa orang seperti mereka dan menulis post ini. Nothing to lose. Semoga orang seperti mereka cepat mengevaluasi diri dan berevolusi menjadi lebih baik lagi. 
***
Anyway, the above story is just an intro. I really wanna talk about it before this time but I just feel insecure about telling those things while I have no comparison. Tapi sekarang saya sudah punya alasan dan pembandingnya, saya rasa ga pantes aja kalau saya cuma ngomong yang jelek-jelek tentang satu profesi itu while at the same time another person owned the same profession has very good achievement. Ialah Mbak Metta, Mbak Fany dan Mbak Kristan. I will not talk about them all, but Mbak Kristan. Ga jauh-jauh dari Tegal kok. Ya kali bandingin MUA Jakarta sama Tegal. Beda jauhlah tentu! Jadi saya ambil contoh pembanding yang sama-sama berasal dari Tegal. And this is another story:
Bulan September ini (tepatnya tanggal 14 dan 17 lalu) ada acara pelepasan calon wisuda dan wisuda Universitas Pancasakti Tegal. Okay, this is very historical event in my life (at least). And I don't wanna make the same terrible thing happen again and over again. I mean the make up or let's say my MUA choice, so I was crawling here and there to find the right one. I stuck in one name: KRISTAN. And lalala lalala lalala. Saya banyak tanya-tanya sama Mbaknya sebelum bilang YES I wanna try your skill. And so far nothing weird. Mbaknya malah enak banget diajak diskusi dan yes of course diskusi kita nyambung banget. Finally I asked about the price and I was so wow! Is it that pricey? I GUESS I NEED SOME TIMES TO THINK. Tiktok tiktok tiktok tiktok. At the end I said yes. YES! 



You guys have any idea what I look like after the 3 hours make over? Better you see these pictures below:








I can't say anything but superb! SUPERB! You know lah ya, finally price can tell. These what I noticed from that MUA and her make up creation:
  1. I know most of the product that she uses, mostly USA and JAPANESE brand. I am not worried about its reputation.
  2. I notice that her make up tools are very hygienic. And ya! the brushes is so soft.
  3. I know she understands my choice and expectation. Dia gak maksa kok. Kan banyak yah orang yang suka maksain kehendak, make up nya kalau nurutin yang saya mau nanti kurang heboh, kurang cetar, kurang apalah apalah itu. (That thing always happen just because I prefer  natural looks and informal make up) tapi baru kali ini saya nemu yang modelnya gak begitu, she prefers to discuss and offers me something and makes sure I like it.
  4. She really concerns about my skin type. This is da best thing ever!!!!
  5. Her make up stays there. Long last and consistent. Karena saya tau ada make up yang cuma bagus di awal doang dan blentang-blentong ga karuan disetelah sekian jam sebelum make up di hapus.
  6. It doesn't break my face out! :D REALLY I told you like REALLY I don't lie about it. My face just turns out normal as usual after I remove those full make ups. SERIOUSLY. NO KIDDING. this is what I like da most!
Hahaha... Orang Tegal pasti penasaran kan?
Langsung aja Kepoin Instagram dia
@kristansito
and her BBM PIN
5D4255B2
 

You Might Also Like

9 comments

  1. Za, selamaaaaat wisudaaaa :D anyway, cantik kok di fotonya.

    Errr... aku ga bayangin gimana rasanya jadi kamu yang didandanin sama si abal-abal itu. Errrr.. dulu mah aku nurut-nurut aja didandanin. Ga sempet merhatiin kebersihan tools nya juga sih. Tapi untungnya muka ga kenapa-napa.


    tulisandarihatikecilku.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Sher, thanks youuuu very much.
      Hooh nih juwet bgt smpe sekarang kalau inget kejadian itu T_T
      Btw aku masih punya hutang kan ya sm km yang Libster award itu ... huaaaaa udah lama bgt kan itu?


      Nanti aku bikin deh. JANJI! :)

      Delete
    2. hayoloh belum dipenuhi janjinya. Eaaaaaaa~ biar barokah gitu loh wisudanya kalo bales awardnya :'D

      Delete
    3. :D Iya Sher iyaaaaa... brbrcekawardnya

      Delete
    4. eh ja, btw, aku nambahin beberapa paragraf di postinganku soal fenomena pacaran itu. ah, kau menyadarkanku apa yang kurang dibahas. tenkiu lohhhhh :*

      Delete
    5. Coba ah aku baca lagi :)
      Maaf lho kalau komen aku panjang kali lebar bgt :D

      Delete
    6. huahaha gapapa kali ja. seneng sherly mah dikasih komen gituan :D

      Delete
  2. huaaa sukak banget sama bulu matanya :D

    Ray - www.rayditaa.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama! Aku juga sukak bgt sama bulmatnya :D

      Delete